My fried is maniac with gambling who always looking for Best casinos in USA, this is not the first time he is lookinng for best casino but he can not get satisfaction, even I am not in USA so I just try to look in internet for him, and this is the first time I knew that the website offering a range of online casinos with generous welcome bonuses, 24/7 customer support, reliable software, and exceptional game play with realistic sounds and also this website "accept real money players from the United States". I think it would be easier, if the player do not have credit card. And I have to tell to my friend quickly about this games, I believe he can get satisfaction here.
Well, For you guys...if you are in USA, this Best casinos, this website is special for you to play and get more fun, and for you who are not in USA, do not worry..you also can play many free casino games, and this website features multi language casinos. Wanna try it now?
Zaman dahulu kala sebelum adanya mata uang, manusia biasa ber barter ria (*tukar menukar barang untuk memperoleh barang yang diinginkan*) dan setelah adanya mata uang saya kira barter sudah tidak diberlakukan (*kemungkinan masih ada tapi sedikiit*). Nah, karena sekarang ini toko-toko swalayan (Supermarket), wartel, warnet, dsb. di kota maupun di desa di seluruh Indonesia membiasakan untuk memberikan permen sebagai uang kembalian dengan alasan "tidak ada uang kecil", jadi sebagai customer kayaknya sah-sah aja kalau kita mengumpulkan permen sebagai alat pembayaran. Kadang keterlaluan sekali sih kalau Rp 100-Rp 200 gak apa-apa, kadang sampai Rp 500,Rp 1000,- Swalayan tega-teganya memberikan uang kembalian dengan permen padahal kalau dikumpulkan berapa tuh? lagian kan uang itu bisa dijadikan untuk uang parkir, *saya sendiri tidak suka makan permen (kecuali permen karet)*, jadi setiap ada kembalian permen, saya tidak pernah ambil permen tersebut, "buat mbak aja deh permennya" kalo udha dongkol sekali*.
Karena mereka yang memulai menggunakan permen untuk uang kembalian, jadi yuuk kita kompak ramai-ramai mengumpulkan permen untuk dipakai sebagai alat pembayaran ke Supermarket, jadi misalnya saja : 10 permen untuk ballpoint satu, 15 permen untuk buku tulis satu, 20 permen untuk sandal jepit satu, dan sebagainya. Ingat lho...dalam hal ini harus kompak lho, karena kalau hanya beberapa individu aja yang berinisiatif mengumpulkan permen sebagai alat pembayaran kayaknya bisa diomelin ama pemilik toko maupun pramuniaganya. Dan untuk mengumpulkan permen-permen itu juga gampang, kalau kita kumpul-kumpul arisan..kita ambil permen dari sana, terus pas kenduri, terus pas kumpul-kumpul keluarga, nah banyak kan? Kalau para pemilik toko kewalahan menghadapi para customernya membayar pakai permen sebagai alat pembayaran, kayaknya mereka juga lama-lama insyaf dan mulai menghargai uang recehan.
Ohya, saya sendiri pernah membayar pakai permen yaitu ketika HP saya rusak dan sedang direparasi...dan saya mampir untuk menelpon dengan menggunakan jasa wartel terdekat, saya menelpon kurang dari 1 menit dan waktu itu hanya Rp 150,- dan parahnya, waktu saya membayar dengan Rp 1000,,- cuma dikasih Rp 500 dan yang Rp 350,- adalah Permen. Sebel juga sih waktu itu, masa kembaliannya permen sih kalau Parman si gak apa-apa, he2x...Akhirnya selang beberapa menit saya masuk lagi ke wartel itu dan menelpon siapa aja yang gak penting...terus saya kumpulkan permen-permen kembalian yang tadi untuk membayar bill telepon. si empunya wartelnya kaget sih sambil melotot tapi saya santai aja : "Maaf pak, gak ada uang kecil...ini juga permen kembalian dari wartel ini kok tadi, ingat kan? " hehe...Akhirnya diam deh si pemilik wartel.
Dan kalau permen udah diberlakukan untuk media berbarter ria, gak terlalu pusing-pusing lagi mikirin krisis moneter apalagi nungguin Nilai dollar sama dengan Rupiah...jadi, sekarang pusing-pusing aja mikirin darimana dapetin permen :D....Kali aja mulai banyak pabrik-pabrik permen berdiri dengan berbagai cita rasa (permen rasa pisang goreng, permen rasa sate ayam, dll) jadi bukan pabrik rokok lagi yang terkenal di Indonesia, pabrik permen juga lhoo...
so, yuuuk yuukk pada ngumpulin permen buat alat pembayaran :D...
Akhirnya si Jangkung dari LampungSuparwono dinobatkan sebagai Manusia tertinggi di Indonesia oleh MURI (Museum Rekor Indonesia) dengan tingi 2.42 meter dan berat badan 160 kg, dan masuk sebagai manusia no.3 tertinggi di dunia.
Sebelumnya Suparwono sempat dipercaya sebagai Highest Man in the world, but setelah di claim oleh Rumah Sakit dengan tinggi 2.71 meter (270cm). Namun ternyata pengukuran resmi yang dilakukan oleh MURI (Museum Rekor Indonesia) bahwa Suparwono berusia 'hanya' setinggi 2.42 meter, jadi lebih pendek 5 cm dari pemegang rekor dunia, yaitu Sultan Kosen dari Turkey. Gimana ceritanya kok dari 2.71 meter menjadi 2.42 meter? Nih dibawah ini video pengukuran di MURI :
Waduh-waduh semalam kerepotan banget deh, karena semalam lagi semangat-semangatnya ngeblog eh Net-ku gak jalan, hal ini sejak hujan dan angin begitu derasnya melanda Bali dan terpaksa harus nunggu beberapa jam sampai hujan reda baru deh netku jalan dengan lancar. Ternyata bukan cuma pesawat aja yang delay, Internetku juga delay beberapa jam. Kemaren pas Idul Adlha di Surabaya emang pesawat Mandala yang harus aku tumpangi delay 3 jam, pesawat lain yaitu Garuda dan Lion juga sama..pokoknya yang fly ke Bali delay..Gak tahu alasannya apa, kalau alasan umum menurut mereka sih karena operasional, dan alasan lain karena gangguan cuaca. Nah, kalau smart juga delay juga karena gangguan cuaca juga kali yah...
Sekarang Bali kembali cerah, dan netku lancar lagi...akhirnya bisa update beberapa blog. Bagi temen-temen yang menggunakan koneksi internet smart dan merasa lemot, selain cek daerahnya support Ev-Do or gak juga coba lihat cuacanya kali aja delay karena cuaca..hehe..
Buat Smart : jaga kesehatan yah, biar pas cuaca lagi gak cerah gak main delay gitu aja...kan diriku capek nungguinnya..untung aja deh gak blank tulisan semalam..and tapi makasih yah...jadi ada kata-kata yang bisa ditulis gara-gara kamu mogok semalam..wkwkw
Ya udah deh, cuma posting gitu aja...dan sekarang Alhamdulillah masih bisa menikmati gratisan Unlimited Smart yang lumayan kenceng loadingnya gara-gara aku isi Rp.5000,- kemaren-kemaren. ;)