Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengatakan pada tahap awal pihaknya menargetkan akan memberikan layanan T Cash kepada sekitar 50.000 nasabah Bank BNI dari sekitar 120.000 TKI yang bekerja di Hong Kong saat ini.


“Kami tinggal menunggu regulasi untuk menginplementasikan program T-Cash ini secara komersial,” ujarnya pada Live Demo Trial T-Cash sekaligus peluncuran Simpati Kangen di Park Lane Hotel, seperti dilaporkan wartawan Investor Daily Edy Purnomo dari Hongkong, Minggu malam.


Menurut dia, program tersebut selain menggandeng BNI, Telkomsel bekerja sama dengan operator selular terkemuka di Hong Kong, yaitu CSL dan Shinetown Mobile dalam layanan Simpati Kangen.


Direktur Komersial Bank BNI Darwin Suzandimengatakan kerja sama dengan Telkomsel tersebut diharapkan dapat meningkatkan layanan remittance melalui produk T-Cash.


“Pengiriman uang ke kampung halaman nantinya dapat dilakukan lebih mudah, murah dan cepat. TKI cukup menyimpan uangnya di BNI Hong Kong, kemudian untuk mengirimkannya cukup dengan short massage service (SMS),” katanya.


Penerima kiriman dapat mengambil dana (cash out) di kantor cabang dan ATM BNI di daerah masing-masing. Penerima kiriman SMS Tcash dapat menguangkan uang elektronik tersebut di seluruh merchant T-Cash yang sudah berjalan saat ini, yaitu di Indomaret dan Fuji Image Plaza.


Untuk melakukan ransaksi T Cash pelanggan akan mendapat notifikasi SMS tentang jumlah uang disetor yang sudah menjadi uang elektronik dan tersimpan di dalam ponsel pelanggan tersebut, seperti layaknya sebuah dompet.


Representatives Bank Indonesia kawasan Asia Pasifik Muchammad Ishak menambahkan, kemudahan pengiriman uang tersebut diharapkan mampu meningkatkan peran bank dalam memperlancar aliran devisa dari para TKI.

“Otoritas perbankan memberikan perhatian khusus terhadap program ini agar dapat segera diterapkan,” tuturnya.


Konjen RI di Hong Kong Ferry Adamhar menyebutkan aliran devisa TKI dari Hong Kong ke Indonesia mencapai Rp 5-7 triliun per tahun. ”Tetapi yang dikirim melalui bank hanya 0,5%, sisanya lewat jasa lainnya atau dibawa tunai.”

Simpati Kangen


Telkomsel meluncurkan program Simpati Kangen yang memudahkan komunikasi murah bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) dengan keluarganya di Tanah Air. Program tersebut memberlakukan tarif hemat untuk komunikasi sesama simpati.

Sebelumnya, simpati Kangen sudah digunakan di Taiwan pada Agustus 2007 dengan pelanggan saat ini sekitar 50.000 atau 55% dari masyarakat Indonesia di Taiwan, dengan ARPU rata-rata Rp 500.000 per bulan.


Program simpati Kangen ini memberikan fasilitas SMS gratis, pangilan telepon lokal di Hong Kong sebesar HK$ 0,06 (sekitar Rp72 dengan perkiraan kurs HK$ 1 = Rp 1.200) per menit.


Pengguna Simpati Kangen dikenai tarif SMS ke sesama pelanggan Telkomsel di Indonesia sebesar HK$ 0,33 (Rp 396) dan SMS ke operator lain HK$ 0,36 (Rp 432). Pelanggan Simpati Kangen menelepon ke sesama pelanggan Telkomsel di Indonesia dikenai tarif HK$ 0,68/menit (Rp816), dan ke operator selular lain di Indonesia HK$ 0,78 (Rp936).


Tarif menelepon ke fixed line (telepon rumah) di Jakarta dan Surabaya hanya HK$ 0,30/menit (Rp360), HK$ 0,48 (Rp 576) ke Blitar dan Malang, serta HK$ 0,56 (Rp672) ke wilayah lain seluruh Indonesia.


”Paaket perdana Simpati Kangen maupun isi ulangnya sudah tersedia di berbagai outlet yang berjumlah lebih dari 2.000 di Hong Kong,” tuturnya.


Simpati Kangen juga memberikan tarif hemat untuk panggilan ke luar negeri, seperti Taiwan senilai HK$ 0,28/menit ke telepon rumah dan HK$ 0,78 ke ponsel, panggilan ke Jepang hanya HK$ 0,78, Saudi Arabia HK$ 1,50, Tiongkok HK$ 0,20, Macau HK$ 0,80, serta Amerika Serikat dan Kanada HK$ 0,20.


Para keluarga TKI di Indonesia juga menikmati tarif murah saat menghubungi anggota keluarganya yang menggunakan Simpati Kangen di Hong Kong, yakni sebesar Rp 800/menit (melalui akses 01017) dan SMS hanya Rp 350/SMS.

dari : www.indovestor.com