Jika kita membeli via internet and kadang kita mendapatkan barang tidak sesuai dengan apa yang ada di gambar, misalnya kita beli baju warna nya kelihatan bagus banget pas ditampilkan di internet trus pas kita order baik model maupun warnanya lebih jelek daripada di internet...Itu hal biasa, tapi kayaknya gak terlalu dikhawatirkan tho kita bisa maklum, tapi jika kita membeli barang via toko online dan setelah kita membayar barang kita tidak kunjung datang, ini sangat mengkhawatirkan...Emang dimanapun berada kita pasti akan kehilangan dan kita harus belajar supaya ikhlas, tapi setelah kita tertipu hati kita pasti tidak rela jika teman-teman lain/keluarga mengalami nasib yang sama seperti kita.Kemaren karena saya sempat tertipu dan saya post di Penipu di Sekitar kita, saya Googling dan ternyata sudah tercatat di beberapa Blog dan Web tentang Daftar Toko Online Penipu di Facebook, bisa dilihat disini salah satu website yang memajang Daftar Penipu Online di Facebook. Ada beberapa link yang masih aktif dan ada beberapa yang sudah di Banned, then..Then, karena masih ada beberapa Account Milik Penipu Toko Online diFacebook yang masih aktif, so mohon Hati-hati..Dan untuk Toko Online tersebut saya tambahin juga ini >> http://www.facebook.com/putra.adi.nugroho02, jadi teman-teman Mohon jangan pernah percaya atau membeli barang di Facebook. Maaf untuk para pelaku Toko Online lain yang akhirnya kena imbas dari segelintir Manusia yang Menipu menggunakan Facebook sebagai Toko Online.
Oh ya, ada artikel yang mengungkap Penipuan Toko Online di Facebook bisa dilihat di sini. atau baca dibawah ini *yang saya copast dari sana* :
Subdit IV Cyber Crime kembali mengungkap penipuan melalui media internet dengan modus menawarkan barang-barang elektronik seperti handphone berbagai merk, kamera, laptop berbagai merk dengan harga murah di jejaring sosial facebook.
Pelaku membuat akun facebook baru atau membobol akun facebook milik orang lain kemudian menambah pertemanan hingga ribuan orang. Kemudian pelaku menawarkan barang-barang elektronik dengan harga murah. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku mengaku sebagai bagian marketing dan berusaha meyakinkan bahwa barang akan dikirim melalui TIKI JNE apabila DP surah dikirim ke rekening pelaku. Setelah DP dikirim, seolah-olah ada yang menelepon korban mengaku sebagai bagian pengiriman barang dan mengatakan bahwa barang sudah dikirim. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku mengirimkan resi pengiriman. Keesokan harinya korban mendapat telepon mengaku bagian pengiriman dan menginformasikan bahwa telah terjadi kelebihan jumlah ítem yang dikirimkan dan mengharuskan korban untuk membayar saja kelebihan barang yang dikirimkan tersebut dengan iming-iming diberikan diskon karena hal tersebut adalah kesalahan bagian pengiriman. Korban pun banyak yang tergiur dengan penawaran pelaku kemudian dengan mudahnya mentransfer uang ke rekening pelaku.
Dalam penangkapan yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Cyber Crime AKBP HERMAWAN berhasil menangkap tersangka J yang masih berstatus mahasiswa di Makasar di sebuah warnet dengan barang bukti handphone yang digunakannya untuk berkomunikasi dengan korban-korbannya.
Tersangka J memiliki jaringan sindikat yang besar dalam melakukan aksinya yang sampai sekarang masih menjadi DPO.
Kasubdit IV Cyber Crime AKBP HERMAWAN mengungkapkan bahwa Subdit IV Cyber Crimea akan terus mengembangkan dan memburu pelaku-pelaku penipuan melalui media internet ( facebook ) ini karena hal tersebut dilakukan karena sudah banyak korban dan sudah sangat meresahkan masyarakat.
Dalam kesempatan penangkapan lainnya oleh tim yang sama, Subdit IV Cyber Crime juga berhasil menangkap tersangka N yang memiliki modus yang hampir sama. Dalam penggeledahan kamar tersangka, Polisi menemukan beberapa handphone, laptop, modem yang digunakan pelaku untuk melakukan kejahatan melalui media internet dan juga menemukan ratusan paket undian kopi berhadiah yang menurut pelaku akan disebar ke beberapa wilayah di Indonesia. Dalam undian tersebut pelaku membuat undian dengan hadiah mobil dan mencatut nama Kapolda Metro Jaya bahwa undian ini bukanlah penipuan.
AKBP HERMAWAN menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam bertransaksi melalui media online. Dengan berkembangnya teknologi informasi sekarang ini, pelaku kejahatan online semakin berkembang dengan berbagai modus.
Apabila masyarakat yang telah menjadi korban dengan modus yang sama di wilayah Hukum Polda Metro Jaya, bisa melaporkan perkaranya di Sentra Pelayanan Kepolisian Di Polda Metro Jaya dengan membawa bukti-bukti seperti slip transfer, print out iklan di internet.
Pelaku membuat akun facebook baru atau membobol akun facebook milik orang lain kemudian menambah pertemanan hingga ribuan orang. Kemudian pelaku menawarkan barang-barang elektronik dengan harga murah. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku mengaku sebagai bagian marketing dan berusaha meyakinkan bahwa barang akan dikirim melalui TIKI JNE apabila DP surah dikirim ke rekening pelaku. Setelah DP dikirim, seolah-olah ada yang menelepon korban mengaku sebagai bagian pengiriman barang dan mengatakan bahwa barang sudah dikirim. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku mengirimkan resi pengiriman. Keesokan harinya korban mendapat telepon mengaku bagian pengiriman dan menginformasikan bahwa telah terjadi kelebihan jumlah ítem yang dikirimkan dan mengharuskan korban untuk membayar saja kelebihan barang yang dikirimkan tersebut dengan iming-iming diberikan diskon karena hal tersebut adalah kesalahan bagian pengiriman. Korban pun banyak yang tergiur dengan penawaran pelaku kemudian dengan mudahnya mentransfer uang ke rekening pelaku.
Dalam penangkapan yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Cyber Crime AKBP HERMAWAN berhasil menangkap tersangka J yang masih berstatus mahasiswa di Makasar di sebuah warnet dengan barang bukti handphone yang digunakannya untuk berkomunikasi dengan korban-korbannya.
Tersangka J memiliki jaringan sindikat yang besar dalam melakukan aksinya yang sampai sekarang masih menjadi DPO.
Kasubdit IV Cyber Crime AKBP HERMAWAN mengungkapkan bahwa Subdit IV Cyber Crimea akan terus mengembangkan dan memburu pelaku-pelaku penipuan melalui media internet ( facebook ) ini karena hal tersebut dilakukan karena sudah banyak korban dan sudah sangat meresahkan masyarakat.
Dalam kesempatan penangkapan lainnya oleh tim yang sama, Subdit IV Cyber Crime juga berhasil menangkap tersangka N yang memiliki modus yang hampir sama. Dalam penggeledahan kamar tersangka, Polisi menemukan beberapa handphone, laptop, modem yang digunakan pelaku untuk melakukan kejahatan melalui media internet dan juga menemukan ratusan paket undian kopi berhadiah yang menurut pelaku akan disebar ke beberapa wilayah di Indonesia. Dalam undian tersebut pelaku membuat undian dengan hadiah mobil dan mencatut nama Kapolda Metro Jaya bahwa undian ini bukanlah penipuan.
AKBP HERMAWAN menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam bertransaksi melalui media online. Dengan berkembangnya teknologi informasi sekarang ini, pelaku kejahatan online semakin berkembang dengan berbagai modus.
Apabila masyarakat yang telah menjadi korban dengan modus yang sama di wilayah Hukum Polda Metro Jaya, bisa melaporkan perkaranya di Sentra Pelayanan Kepolisian Di Polda Metro Jaya dengan membawa bukti-bukti seperti slip transfer, print out iklan di internet.
Untuk model-model penipuan seperti diatas masih berjalan sampai sekarang metode nya juga hampir sama seperti diatas, mereka punya banyak sekali akun facebook, mereka punya banyak nama yang digunakan untuk melakukan penipuan tersebut dan belum semua di banned oleh Facebook dan masih bisa di akses oleh kita, dan mereka juga kayaknya komplotan besar dengan nomor HP 1 tapi punya tugas sendiri-sendiri, seperti yang kemaren terjadi sama saya yang berperan sebagai Customer Service 1, kemudian yang punya rekening adalah orang lain, lalu setelah saya membayar ada yang berlaku sebagai Boss besar yang katanya supplier pemilik barang tersebut. So kita kudu hati-hati banget, sebelum membeli barang mereka kita harus selidiki..
Then, jika kita sudah terlanjur mengalami penipuan Model tersebut, bisa di info kan ke info@reskrimsus.org. Moga para penipu itu cepat tertangkap semua sampai akar-akarnya sehingga tidak ada lagi orang-orang yang tertipu...Amin




This

12 comments:
kenapa sih dunia harus ada penipu?
heem... kasihan yang punya niat serius berbisnis dengan media internet.. dengan model penipuan model begini jadi mengurangi rasa kepercayaan orang-orang yang mau bertransaksi online
di FB itu mmg bnyk bnr yg nipu mas, duit sdh di krm tp barang gk di krm.. #ngenes
Nah,ne pelajaran sangat berharga,mudah2 an jgn ampe terulang lagi kejadian ini,dah banyak kita dgr penipuan di dunia maya,lebih hati2 ya mbak,sabar dan minta ketabahan,mungkin ini hanya cobaan kecil tk menuju hal yg lebih baik tuk kedepannya,
wah penipu memang ga dimana2 sama saja, yang penting kita harus tetap hati2 dalam bertransaksi baik di offline lebih2 online, info yang bagus neh bos, thx share :)
udah tahu ada penipuan gini segera beritahu yang lain
hhaahhh
Dari dulu saya agak kurang percaya sama toko online di facebook. Setidaknya kalo toko online yang bener-bener itu adalah toko online yang sewa hosting,punya web sendiri, ya pokoknya sedikit modal lah. Sementara di facebook hanaya sebagai social marketingnya saja, bukan toko resminya. Jadi saran saya lebih baik searching toko online yang betul jangan yang di facebook, karena banyak yang menyesatkan
okok
wah hrus bnr" ekstra hati" nich. . .
penipu skrng merajalela dmn". . .
Hhhmmm...knpa msti ada penipu yach...???
@Hakim : udah takdir..hehe
@Subagya : Yups, bener banget..temenku aja yg jualan paket tour via Facebook jg jd sedikit banget customernya, cuma customer and temen2 customer yg pernah pake jasa dia aja yg masih aktif..dia-nya jg deg2an kalo pas minta DP ama customer sdgkan jika gak DP, disini yg kena denda dr pihak hotel/adventure kalau tamu cancel...
@Norjik : iyah, gak nyangka banget yah Facebook social bookmark malah dipake kayak gitu :(
@Menjelma : Yooo'i..thanks yah, ambil aja hikmahnya :)
@Choki : yups yups...
@Boy : Yookz Yookz kasih tahu yang lain, biar gk ada korban lagi....
@Frengki : ini kaget apa ketawa nih...hehe
@Juggling : yupz..maybe itu benar, tapi emang ada beberapa yg bener2 penjual online bukan penipu yg gak ngerti masalah web, gk ngerti masalah domain apalagi hosting, jadi dia belajar jualan online via facebook..Dan gara2 model tipuan gini customer jadi susah membedakan mana yg penipu mana yg bukan, karena sistem mereka sama ng'tag foto di profil orang :). yg penting kita hati2 aja hehe
@tatawarna : hmmm
@Cubbi : iyuu